Kalkulator Suaian ISO

Hitung toleransi lubang dan poros sesuai ISO 286.

Pendahuluan

Kalkulator Suaian & Toleransi ISO adalah utilitas khusus berdasarkan standar ISO 286 untuk menentukan toleransi lubang dan poros dalam sistem suaian longgar, transisi, dan paksa. Di industri manufaktur presisi Indonesia — dari komponen pompa, bantalan, hingga transmisi kendaraan — pemilihan kelas suaian yang salah (misalnya H7/g6 vs H7/p6) langsung berdampak pada kebocoran, keausan dini, atau kegagalan rakitan. Alat ini memberikan penyimpangan atas/bawah dalam mikrometer dan klasifikasi jenis suaian secara otomatis sesuai ISO 286-1.

Cara Kerja

Kalkulator menggunakan unit toleransi dasar ISO 286-1 (i = 0,45 × ∛D + 0,001 × D) dan faktor kelas IT untuk menentukan nilai toleransi per rentang ukuran nominal. Pengguna memilih ukuran nominal (mm), kelas lubang (H7, H8, dll.), dan designasi poros (g6, h6, k6, n6, p6, dll.); kalkulator langsung menampilkan ES/EI (penyimpangan lubang), es/ei (penyimpangan poros), serta kelonggaran atau interferensi maksimum/minimum rakitan.

Skenario Penggunaan

  • Menggunakan Kalkulator Suaian ISO saat merencanakan dudukan bantalan Ø50 H7/g6 untuk memverifikasi bahwa celah 9–50 μm cukup untuk lapisan oli pada kecepatan sedang.
  • Memecahkan masalah dudukan poros yang terlalu longgar di lantai produksi dengan membandingkan pengukuran aktual terhadap penyimpangan ISO yang diharapkan.
  • Mengoptimalkan spesifikasi suaian paksa untuk hub roda gigi dengan menguji kombinasi kelas H7/p6 dan H7/s6 untuk menemukan interferensi yang sesuai tanpa risiko retakan.

FAQ

Apakah Kalkulator Suaian ISO cocok untuk semua material?

Alat ini dirancang untuk serbaguna, tetapi pengguna harus selalu memverifikasi hasil terhadap lembar data material spesifik yang disediakan oleh pemasok mereka.

Bisakah hasil ini digunakan untuk dokumentasi rekayasa resmi?

Meskipun sangat akurat, hasil ini sebaiknya diperiksa silang oleh insinyur yang berkualifikasi untuk aplikasi kritis atau yang sensitif terhadap keselamatan.

Apakah suaian ISO 286 bisa dipakai untuk fitur tak bundar seperti alur pasak dan splines?

Tidak. ISO 286 hanya mencakup fitur silindris (lubang bundar, poros bundar). Lebar alur pasak diatur dengan toleransi umum ISO 2768 atau batas khusus gambar. Spline involut mengikuti ISO 4156 (metrik) atau ANSI B92.1 (inci) dengan kelas suaian sendiri. Suaian paksa antara fitur tidak bundar (batang persegi di alur, poros persegi di lubang persegi) diatur ANSI/ASME B4.1 atau skema internal pabrik — jangan pernah mengekstrapolasi nilai deviasi H7/g6 ke geometri non-bundar.

Berapa kekasaran permukaan yang dibutuhkan untuk memverifikasi toleransi H7?

Kekasaran permukaan memakan toleransi dimensi saat pengukuran. Untuk lubang H7 dengan pita 25 μm, targetkan Ra 0,8–1,6 μm (Rz sekitar 6 μm) — dapat dicapai dengan reaming, boring halus, atau honing. Lubang yang hanya dibor biasanya berada di Ra 3,2 μm atau lebih kasar dan tidak dapat diverifikasi andal ke H7 karena hasil ukur menyebar antara puncak dan lembah. Aturan praktis: rata-rata kekasaran puncak-lembah tidak boleh melebihi 25 % dari pita toleransi dimensi.

Apakah efek termal mengubah suaian antara suhu rakit dan suhu operasi?

Ya, terutama untuk material berbeda. Baja-baja (~11,5 × 10⁻⁶ /°C) memuai bersama, suaiannya nyaris tidak bergeser oleh suhu. Tetapi poros baja di housing aluminium (23 × 10⁻⁶ /°C) menyebabkan lubang membuka dua kali lebih cepat daripada poros saat dipanaskan. Pada sambungan 50 mm yang dipanaskan 50 °C, poros baja tumbuh 30 μm sementara lubang aluminium tumbuh 58 μm — selisih 28 μm itu dapat mengubah suaian paksa H7/p6 (interferensi maks 42 μm) menjadi sambungan yang slip. Selalu periksa dimensi pada suhu operasi untuk rakitan bertemperatur tinggi.

← Kembali ke Beranda