Kalkulator Tribologi

Hitung VI gaya ASTM, jam pelumasan ulang FAG/SKF, dan torsi gesek bearing bola/rol.

Pendahuluan

Kalkulator Tribologi adalah utilitas khusus untuk menghitung indeks viskositas (VI) pelumas, interval pelumasan ulang bantalan, dan torsi gesek bantalan bola/rol. Di industri manufaktur dan pertambangan Indonesia, manajemen pelumasan yang tepat adalah kunci untuk memperpanjang umur bantalan dan mengurangi downtime mesin. Alat ini menggabungkan tiga perhitungan tribologi utama dalam satu halaman: pemilihan pelumas berdasarkan VI, perencanaan jadwal pelumasan ulang sesuai metode FAG/SKF, dan estimasi torsi gesek bantalan untuk analisis daya.

Cara Kerja

Kalkulator menggunakan rumus VI = (L − U) / (L − H) × 100 (L, U, H: viskositas kinematik referensi) untuk indeks viskositas; rumus interval pelumasan FAG berbasis faktor kecepatan n×dm dan kondisi operasi untuk jadwal pelumasan ulang; serta rumus torsi gesek M = 0,5 × μ × P × d (μ: koefisien gesek, P: beban, d: diameter lubang bantalan) untuk torsi gesek bantalan. Pengguna memasukkan parameter pelumas atau bantalan yang relevan untuk setiap modul.

Skenario Penggunaan

  • Menggunakan Kalkulator Tribologi untuk menghitung indeks viskositas pelumas hidrolik baru dan memverifikasi bahwa VI ≥ 100 sesuai persyaratan sistem hidrolik mesin.
  • Menentukan interval pelumasan ulang yang tepat untuk bantalan motor listrik yang beroperasi pada suhu tinggi di lingkungan berdebu pabrik semen.
  • Menghitung torsi gesek bantalan pada poros penggerak konveyor untuk memperkirakan daya yang hilang akibat gesekan dan memvalidasi sizing motor penggerak.

FAQ

Apakah Kalkulator Tribologi cocok untuk semua material?

Alat ini dirancang untuk serbaguna, tetapi pengguna harus selalu memverifikasi hasil terhadap lembar data material spesifik yang disediakan oleh pemasok mereka.

Bisakah hasil ini digunakan untuk dokumentasi rekayasa resmi?

Meskipun sangat akurat, hasil ini sebaiknya diperiksa silang oleh insinyur yang berkualifikasi untuk aplikasi kritis atau yang sensitif terhadap keselamatan.

← Kembali ke Beranda